Pentas Silaturahmi Teater Copo Palu

KEADAAN MAMPU MERUBAH POLA PIKIR MANUSIA
AKAN HITAM PUTIHNYA KEHIDUPAN,
SEHINGGA MANUSIA MELAKUKAN SEGALA CARA UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP. KETIKA MATAHARI TAK MAMPU LAGI MEMBERIKAN SEBUAH ENERGI.
***

Seorang Penjaga Pabrik tertidur di kursi dekat pintu belakang pabrik, tempat para buruh biasa menghabiskan waktu istirahat mereka. Seorang ibu muncul dengan membawa nasi bungkus, siap untuk didagangkan di pinggir jalan -belakang pabrik. Sebelum menaruh dagangannya di atas meja. Ibu itu membangunkan penjaga pabrik yang tidur hingga kesiangan karena mengejar pencuri pada malam harinya. Begitulah drama ini dimulai.



Sabtu 14 mei 2011 di Gedung olah seni Taman Budaya Sulawesi Tengah, malam itu dipenuhi oleh penonton dari berbagai usia baik orang tua maupun anak muda. Namun hal yang paling tidak bisa di pungkiri adalah antusiasme anak muda Kota Palu terhadap teater yang terus menanjak. Seiring dengan semangat komunitas-komunitas teater Kota Palu yang terus berkarya. Sabtu malam itu adalah malam bagi Teater Copo Palu yang menggelar pementasan teater dengan judul “Matahari di Sebuah Jalan Kecil” naskah karya Arifin C Noor.

Lakon “Matahari di Sebuah Jalan Kecil” berisi dialog-dialog keseharian masyarakat kelas bawah. Mulai dari harapan-harapan, sulitnya mendapatkan kehidupan yang layak, seruan-seruan serikat kerja kepada para buruh, sampai pada persoalan korupsi yang berdampak kepada kehidupan buruh pabrik. Tokoh utama dari lakon ini adalah seorang pemuda yang terpaksa harus menipu untuk mendapatkan dua bungkus nasi campur, akan tetapi pemuda itu segera mendatangakan kemarahan ibu penjual nasi dan memancing para buruh untuk segera main hakim sendiri, untung saja sang pemuda memiliki dalih yang cukup meredam emosi para buruh pabrik.

Dialog-dialog serius yang dikemas secara komedi ini mampu memberikan ruang tersendiri bagi para penonton tentang pesan akan kerasnya kehidupan. Ipin Kevin, sutradara sekaligus pimpinan Teater Copo, mengatakan bahwa ia memilih naskah ini karena kegelisahannya terhadap masa depan bangsa, terutama masyarakat kelas bawah, harapan-harapan masyarakat kelas bawah tidak lebih besar dari pada masalah-masalah yang mereka hadapi dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Hal ini yang menyebabkan masyarakat walaupun sudah bekerja dengan sangat keras, namun tetap sulit melakukan perubahan dalam hidupnya, terlebih lagi para penguasa yang hidupnya bak-orang susah mendapatkan makan saja, tegas Ipin.



Pertunjukan yang berdurasi sekitar satu jam ini adalah pertunjukan yang melibatkan juga aktor-aktor dari luar Teater Copo dan diiringi oleh Lawan Catur Ensambel yang dipelopori oleh Izzat Gunawan dan kawan-kawan. Hal ini memang sengaja menjadi program teater copo untuk menjalin komunikasi intensif dengan komunitas seni Lainnya, untuk membangun kesenian khususnya teater di Kota Palu. Seluruh rangkaian kegiatan pada malam itu ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar proses produksi teater copo tersebut. (Khais)